Anda Suka membaca Kisah Masa Lampau ??

Translate

Tampilkan postingan dengan label Profil Raja-Raja Gowa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Raja-Raja Gowa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2012

Raja Gowa XVI

I MALLONGBASSI DAENG MATTAWANG

(SULTAN HASANUDDIN)


I Mallombassi Daeng Mattawang Sultan Muhammad Baqir Karaeng Bonto Mangngape, atau lebih tersohor dengan gelar Sultan Hasanuddin, adalah Raja ke-XVI yang terkenal keberaniannya menetang penjajah Belanda dalam wilayah kekuasaan kerajaan Gowa. Ia terkenal dengan julukan “Ayam Jantan Dari Timur”. Het Hantjes Van Oosten).

Raja Gowa XV

SULTAN MALIKUSSAID

Raja Gowa ke-XV bernama I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung alias Karaeng Lakiung. Beliau adalah putra Sultan Alauddin dari permaisurinya bernama I Mainung Daeng Maccini Karaenga ri Bontoa. Ia lahir pada tahun 1606.

Raja Gowa XIV

I MANGA’RANGI DAENG MANRABBIA 

SULTAN ALAUDDIN


Penobatan I Manga’rangi Daeng Manrabbia sebagai Raja Gowa XIV masih tergolong muda. Usianya saat itu baru memasuki 17 tahun. Pengangkatannya itu dilakukan atas keputusan Bate Salapanga.
Karena belum Dewasa, maka Raja Gowa I Manga’rangi mempercayakan pada pamannya I Mallingkaang Daeng Nyonri Karaeng Katang atau Karaeng Matowaya selaku Raja Tallo juga Mangkubumi Kerajaan Gowa saat itu untuk menjalankan roda pemerintahan.

Raja Gowa XIII

I TEPU KARAENG DAENG

PARABBUNG

I Tepu Karaeng adalah putra I MAnggorai Daeng Mammeta Karaeng Tunijalloa. Ia naik tahta dalam usia 15 tahun walau usianya masih muda. Tetapi ia mengendalikan pemerintahan di Kerajaan Gowa secara sewenang-wenang.

Raja Gowa XII

I Manggorai Daeng Mammeta

Sejak I Manggorai Daeng Mammeta  Karaeng Bontolangkasa dinobatkan sebagai Raja Gowa XII, beliau menggalang persaudaraan dengan Raja Bone La Tenrirawe Bongkange yang ditandai dengan perjanjian Persaudaraan kedua belah pihak.

Raja Gowa XI

I Taji Barani Daeng Marompa

I Taji Barani daeng Marompa adalah saudara kandung Raja Gowa X I Manriwagau Daeng Bonto dan seorang lagi  saudara perempuan bernama I Syafia Karaeng Sombaopu. Ketiganya adalah anak dari Karaeng Tumapakrisik Kallonna dari permaisurinya I Raiya Karaeng Bainea.

Minggu, 18 Maret 2012

Raja Gowa X

KARAENG TUNIPALLANGGA

ULAWENG

I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau lebih tersohor dengan julukan Karaeng Tunipallangga Ulaweng. Beliau adalah putra Raja Gowa IX (Karaeng Tumapakrisik Kallonna) memerintah dari tahun 1546-1565.

Raja Gowa IX

KARAENG TUMAPAKRISIK KALLONNA

I Mannuntungi Daeng Matanre Karaeng Tumapakrisik Kallonna adalah putra Raja Gowa VII Batara Gowa dari Permaisuri keduanya bernama I Rerasi, salah seorang bangsawan Tallo, Beliau adalah saudara tiri dari I Pakkere’ Tau (Raja Gowa VIII) Karaeng Garassik dan Karaeng ri Bone.

Raja Gowa VIII

I Pakere’ Tau

Hasil perkawinan Raja Gowa VII Batara Gowa dengan putri dari Sombayya ri Garassaik atau yang lebih tersohor dengan julukan Yang  Dipertuan di Garassik, membuahkan tiga orang anak yakni yang sulung bernama I Pakere’ Tau, adiknya bernama Karaeng Garassik dan seorang lagi perempuan bernama Karaenga ri Bone.

Raja Gowa VII

BATARA GOWA

Setelah Raja Tunatangkalopi wafat, beliau kemudian digantikan oleh anaknya Batara Gowa yang menjadi Raja Gowa. Walau anaknya sudah membagi kekuasaan untuk kedua putranya yakni Gowa dan Tallo, tetapi perselisihan dari kedua putranya itu tak terelakkan lagi.

Raja Gowa VI

Karaeng Tunatangkalopi

Raja Gowa ke-6 bernama Tunatangkalopiyang berkuasa     pada tahun 1445 – 1450. Beliau adalah Putra Raja Gowa ke-V (Karampang ri Gowa.  Raja ini dikenal sebagai penggagas berdirinya kerajaan kembar Gowa – Tallo.
Gowa dibawa kekuasaan Tunatangkalopi terus memperluas wilayah kekuasaannya, hingga menaklukkan beberapa daerah di sekitarnya yang masuk dalam wilayah Bate Salapanga. seperti ; Pannampuk, Moncongloe, Parangloe, Paccellekang, Pattalassang dan sunggumanai.
Raja Tunatangkalopi memiliki dua orang putra, yang sulung bernama Batara Gowa, dan adiknya bernama Karaengloe ri Sero. Raja khawatir kalau kelak kedua putranya berselisih karena kekuasaan, karena masing-masing ingin menjadi Raja. Mencegah terjadinya perselisihan dimaksud, maka Tunatangkalopi kemudian membagi dua wilayah kekuasaan, yakni wilayah kekuasaan kerajaan Gowa dan wilayah kekuasaan kerajaan Tallo.
wilayah kekuasaan kerajaan Gowa akan diperuntukkan pada anak sulungnya “Batara Gowa”, wilayah dimaksud meliputi;
  1. Gallarrang Paccellekang
  2. Gallarang Pattalassang
  3. Gallarang Bontomanai Timur
  4. Gallarang Bontomanai Barat
  5. Gallarang Tombolo, dan
  6. Gallarang Mangasa.
wilayah kekuatan Tallo yang akan diperuntukkan pada Karaeng Loe ri Sero meliputi;
  1. Gallarang Saumata;
  2. Gallarang Pannampuk;
  3. Gallarang Moncongloe;
  4. Gallarang Parang.**
Raja Tunatangkalopi ini memiliki sifat petualang. Beliau suka berlayar mengarungi lautan nan luas menyinggahi beberapa Negara atau Kerajaan tetangga, seperti Madagaskar dan pulau Aboringin dan beberapa benua lainnya.
Nama Tunatangkalopi sebenarnya bukanlah nama aslinya. Tunatangkalopi adalah nama anumerta yang berarti mati karena ditelungkupi perahu (ditelungkupi= Tunatangkalopi).
Dipisahkannya Kerajaan Gowa – Tallo bukan berarti kedua Kerajaan ini masing-masing berdiri sendiri. Kerajaan Gowa Tallo adalah Kerajaan kembar dan wilayahnya tak bisa dipisahkan satu sama lain. Begitu eratnya rakyat dan pemerintahdikedua kerajaan ini, sehingga penulis berkebangsaan Belanda menamakan Kerajaan Gowa – Tallo dalam istilah Zuzterstaten (Dua Kerajaan Bersaudara).
Di kalangan rakyat Gowa – Tallo saat itu terdengar peribahasa yang mengatakan “Rua Karaeng Se’re Ata” (Dua Raja tapi hanya satu rakyat).
Kedua Kerajaan ini mengadakan kerjasama yang lebih erat, sehingga lambat laun Kerajaan Gowa Tallo menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan terbesar di wilayah timur Nusantara ini.
Kekuasaan dalam wilayah Kerajaan Gowa – Tallo juga masuk dalam perjanjian, yakni siapa yang menjadi Raja Tallo, ia akan sekaligus menjadi Mangkubumi Kerajaan Gowa.**

Raja Gowa V

Karampang ri Gowa

Karampang ri Gowa adalah putra Raja Gowa keempat I Tuniata Banri. Beliau memerintah di Gowa dari tahun 1420 hingga 1445. Juga tidak banyak diketahui siapa ibunya dan bagaimana sistem pemerintahannya.
Namun bisa diketahui bahwa baginda-baginda ini melanjutkan sistem pemerintahan di Gowa yang telah dirintis oleh Tumanurunga selaku Raja Gowa pertama. Beliau menempati Istana Tamalate sebagai pusat pemerintahan sekaligus sebagai Istananya.
Mulai dari raja pertama hingga Raja Gowa kelima Karampang ri Gowa, tidak ada kuburannya, melainkan mereka raib ke negeri kayangan.**

Raja Gowa IV

I Tuniata Banri

Raja Gowa keempat ini adalah Putra dari Raja Gowa ke-3 yakni, I Puang Loe Lembang. Beliau memerintah dari tahun 1395 sampai tahun 1420.
Tidak banyak diketahui tentang bagaimana sistem pemerintahannya dan siapa Ibundanya.

Raja Gowa III

I Puang Loe Lembang

Mengenai kisah Raja Gowa I Puang Loe Lembang ini tidak banyak diketahui. Namun Baginda adalah Putra dari Tumasalangga Baraya. Setelah Ayahandanya raib ke Negeri Kayangan, beliaulah yang menggantikannya sebagai Raja Gowa ketiga dan memerintah dari tahun 137 hingga 1395.
Cara Pemerintahannya tak jauh beda dengan apa yang dilakukan oleh Raja Tumanurunga dan Tumasalangga Baraya.**

Raja Gowa II

Tumassalangga Baraya

Hasil perkawinan antara Putri Ratu Tumanurung dengan Karaeng Bayo telah membuahkan seorang putra bernama Tumasalangga Baraya (ng). Nama Tumassalangga Baraya yang diberikan pada putranya ini karena sesuai dengan kondisi bandannya. Bahunya tidak rata, yakni yang satu diatas dan yang satu lagi dibawah. Telinganya yang sebelah berbenjol sedang yang sebelah lagi berbentuk lebar, telapak kakinya salama panjang kemuka dan kebelakang, pusarnya besar seperti bakul Raja (bakuk Karaeng).

Raja Gowa I

Tomanurung Bainea

Dalam legenda orang-orang Gowa, diceritakan bahwa Raja yang pertama memerintah di Kerajaan Gowa bernama Tumanurung Bainea (Putri yang turun dari Kayanga) . Beliau sengaja diutus ke Butta Gowa untuk menjadi pemimpin, dimana saat itu, Gowa dilanda perang saudara. Tumanurung pertama kali memerintah di Gowa pada tahun 1320 hingga 1345.
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda